Sabtu, 21 Juli 2012

Motor Bahan Bakar Air

Motor bahan bakar Bensin itu sudah biasa tapi kalau Motor Bahan Bakar Air ini baru namanya Inovasi. Banyak blogger yang membicarakan fitur teknologi Injeksi yang di sematkan pada sepeda motor sebagai teknologi ramah lingkungan yang modern, tapi jujur bagi saya teknologi Fuel Injeksi (FI) masih belum bisa di sebut sebagai teknologi ramah lingkungan selama bahan bakar yang di gunakan masih murni menggunakan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang cenderung lebih banyak mencemari lingkungan, khususnya udara yang kita hirup sehari-hari dan belum lagi di tambah dengan dampak eksplorasi terhadap perut bumi yang makin lama makin memprihatinkan. 
Saya kaget dan penasaran melihat berita "Penemuan Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Pertama di Indonesia" yang ternyata di buat oleh putra bangsa Indonesia yaitu bapak Boy, Voll johanes Bosco dan yang paling membanggakan lagi adalah latar belakang bapak Boy yang hanya seorang lulusan S3 (SD,SMP,SMA) asal Palu, Sulawesi Tengah. 
Walaupun penemuan sepeda motornya ini masih belum murni 100% bahan Bakar Air (baru 80%) tapi patut di acungi Jempol sebagai sang inovator Lingkungan Hidup. Penemuan Bapak Boy ini adalah menggunakan air sebagai campuran air untuk bahan bakar kendaraan motor bensin. Campuran yang sampai kini sudah di teliti adalah campuran 4:1, yaitu 4 bagian air dan 1 bagian bensin. Dengan campuran itu, sepeda motor mampu berjalan sejauh 247 kilometer. Motor yang menggunakan bahan bakar seperti ini sudah tidak menggunakan karburator untuk pengatur bahan bakar dan udaranya. Fungsi karburator sudah digantikan oleh sebuah alat yang di sebut sebagai Reaktor bahan bakar. 

Didalam reaktor ini terjadi reaksi antara air dan gas buang kendaraan yang mengandung CO dan CO2, sehingga menghasilkan gas methane (CH4). Gas methane inilah yang digunakan untuk menggerakkan motor tersebut sebagai bahan bakar. Suhu reaktor bahan bakar itu mencapai 150 sampai 200 derajat celcius ketika bekerja, Untuk menjalankan reaktor tersebut, panasnya diambil dari gas buang. Proses pencampuran gas metan dari hasil reaksi dan bensin terjadi sudah dalam fase gas. Bisa di bilang motor ini menggunaan bahan bakar gas walau tidak secara langsung. Kendaran hasil modifikasinya sudah digunakan oleh walikota Palu untuk kegiatan sehari-hari. Penelitian Bapak Boy ini sudah mendapat perhatian dari pemerintah daerah kota palu, terbukti dengan dibuatkan sebuah laboratorium untuk penelitian Bapak Boy ini serta dukungan dana dari APBD untuk penelitian. Menurut pak Boy, untuk membuat reaktor bahan bakar membutuhkan dana tak lebih dari 50 ribu rupiah, sekitar 30 sampai 40 ribu. Sebuah investasi yang cukup berharga untuk penghematan yang luar biasa.

Gas hasil buangan dari kendaraan ini adalah uap air dan oksigen, jadi bersih untuk lingkungan, bahkan bermanfaat untuk menambah jumlah oksigen dalam udara.

Penemuan ini tentu saja akan menjawab masalah kebutuhan energi dunia yang masih tergantung dengan bahan bakar fosil, walau sekarang sudah banyak dikembangkan energi alternatf. Bisa dibayangkan jika teknologi ini sudah mampu diterapkan pada kendaraan bermotor, berapa banyak penghematan bahan bakar yang bisa dihemat, sekitar 80 % dari kebutuhan biasa.
Banyak yang menyarankan untuk segera mempatenkan penemuannya itu, paling tidak di tingkat nasional sehingga tidak dibajak oleh para pencuri ide untuk meniru produk buatannya tersebut. Bahkan jika memungkinkan, dipatenkan di tingkat dunia. Hasil penelitian ini tentu akan merubah tingkat konsumsi orang terhadap bahan bakar, terutama bensin. 
Yang jadi pertanyaanku sekarang adalah: reaksi ini memanfaatkan hasil reaksi air dan gas buang yang mengandung CO dan CO2 untuk menghasilkan gas metan, lalu ketika setelah reaksi, gas buangnya akan menjadi uap air dan oksigen, lalu darimana nanti untuk mendapatkan gas buang yang mengandung CO dan CO2 itu untuk reaksi selanjutnya? lalu panas gas buang setelah melalui proses tadi setara dengan panas gas buang dari mesin bakar bensin biasa sehingga masih mampu digunakan untuk reaksi selanjutnya didalam reaktor bahan bakar?


wah, sepertinya masih harus banyak bertanya pada penemuya atau paling tidak melihat hasil penelitiannya itu ya..hmm. kapan ya bisa


Oh ya mungkin yang dibuat oleh bapak Boy sama dengan yang dikembangkan Mr. Pantone seperti pada gambar bawah.

Skema Reaktor Bahan Bakar Air

Mesin Genset Yang telah dirubah menggunakan teknologi Multi carburator Pantone
Semoga saja Pabrikan Otomotif Besar di indonesia bisa merespon hasil pengembangan teknologi Ramah Lingkungan ini dan mengaplikasikan teknologi ini pada semua lini produknya syukur-syukur teknologinya bisa lebih mutakhir dan bisa menghemat BBM 100% (alias murni bahan bakar air) amiin.sumber : http://my.opera.com/suryagunawan/blog/bahan-bakar-suzuki-smash-itu-air

1 komentar:

Yudha Depp mengatakan...

semoga kedepannya
bisa diproduksi secara massal ya?